Case Studies

Tiga organisasi, tiga persoalan berbeda.

Angka hasil pada setiap studi kasus diambil dari periode pelaporan yang sama, agar dapat dibandingkan secara wajar.

01Energi & Sumber Daya

Konsolidasi 28 program dari lima unit bisnis ke satu portofolio

Perusahaan energi multi-unit

Sebelumnya setiap unit bisnis melaporkan dengan format berbeda dan kantor pusat baru memperoleh gambaran utuh saat tutup tahun. Setelah konsolidasi, portofolio dapat dibaca kapan saja dan tiga program bermasalah teridentifikasi pada Agustus, bukan Desember.

dikonsolidasi ke satu portofolio
5 unitdikonsolidasi ke satu portofolio
lebih cepat mendeteksi program berisiko
4 bulanlebih cepat mendeteksi program berisiko
utilisasi anggaran terpantau harian
68,3%utilisasi anggaran terpantau harian
Baca studi kasus
02Manufaktur

Register 18.450 penerima manfaat yang lolos audit internal

Grup manufaktur nasional

Data penerima manfaat sebelumnya tersimpan pada lembar hadir dan buku catatan petugas. Migrasi ke register terpusat membuat setiap klaim jangkauan dapat ditelusuri hingga tingkat individu dan lokasi.

penerima manfaat terverifikasi
18.450penerima manfaat terverifikasi
dengan sebaran terpetakan
14 desadengan sebaran terpetakan
pada audit ketepatan sasaran
0 temuanpada audit ketepatan sasaran
Baca studi kasus
03Jasa Keuangan

Waktu penyusunan laporan keberlanjutan turun dari 6 minggu ke 4 hari

Institusi keuangan

Permintaan data pilar Sosial dari lembaga pemeringkat sebelumnya dijawab dengan penelusuran arsip lintas divisi. Dengan indikator yang terstandar sejak awal, laporan disusun langsung dari data operasional.

dari minggu ke hari penyusunan laporan
6 → 4dari minggu ke hari penyusunan laporan
ekspor siap pakai: PDF, Excel, CSV
3 formatekspor siap pakai: PDF, Excel, CSV
angka narasi cocok dengan lampiran
100%angka narasi cocok dengan lampiran
Baca studi kasus